Selasa, 30 Oktober 2012

PENGARUH FAKTOR KETURUNAN DAN LINGKUNGAN TERHADAP PERKEMBANGAN ANAK DALAM BEROLAHRAGA


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Dalam makalah ini diangkat tema tentang factor keturunan dan lingkungan yang akan mempengaruhi proses perkembangan anak khususnya dampaknya terhadap aktivitas olahraga yang banyak dilakukan anak. Setiap anak memiliki ketertarikan tersendiri terhadap olahraga, tidak di semua cabang olahraga. Namun, terkadang ada juga anak yang sama sekali tidak menyukai olahraga sedikit pun. Ini yang sering menjadi kontroversi di kalangan aktivitas olahragawan dan mereka yang mengerti tentang manfaat olahraga. Olahraga tidak hanya bisa menyehatkan dan meningkatkan kebugaran tubuh, namun olahraga juga bisa membantu memperbaiki kerusakan di otak dan membantu kekuatan daya ingat dari anak. Maka bisa dianggap penting aktivitas olahraga jika sudah dihubungkan dengankemampuan berfikir yang baik dan koordinasi yang baik pula antara tubuh dan otak.

B.     Identifikasi Masalah
Sekarang sudah banyak orang tua yang mengerti bagaimana cara mendidik anak dengan baik dan benar sesuai dengan tingkat kemampuan anak dan keinginannya. Namun masih banyak orang tua yang masih tidak mengerti bagaimana agar anak bisa tumbuh dan berkembang dengan baik sesuai usianya. Misalnya, saat anak mulai belajar bicara. Kemampuan bahasa dan linguistic yang dimiliki anak belum sebaik dan sebagus orang tua atau dewasa lainnya, cara penyampaian mereka bisa kita bilang lucu, lalu akhirnya kita praktekkan di depan si anak. Itu salah ! seharusnya, orang yang berada di sekitar anak tetap berbicara dan menggunakan bahasa yang baik agar anak mengikuti bahasa yang baik, bukn malah mengikuti bagaimana anak berbicara.
Dalam hal anak melakukan aktivitas, ada orang tua yang selalu melarang anak untuk melakukan sesuatu yang ingin diketahui anak dengan alasan kotor, nanti jatuh dan sebagainya. Padahal, anak hanya perlu pengawasan yang ekstra dalam tumbuh kembangnya bukan dilarang untuk melakukan kegiatan ini dan itu yang bisa mempengaruhi perkembangan anak. Untuk itu, olahraga maupun olah tubuh perlu diperkenalkan kepada anak sejak dini agar koordinasi anara tubuh dan otak anak bisa bersinergi dengan baik. Jangan selalu melarang anak untuk melakukan sesuatu.

C.    Rumusan Masalah
1.      Mengapa factor keturunan dan lingkungan mempengaruhi perkembangan anak?
2.      Bagaimana pengaruh factor keturunan dan lingkungan terhadap aktivitas olahraga anak?

D.    Tujuan
Dengan makalah ini semoga dapat memberikan sebuah pengetahuan dan ilmu yang bermanfaat bagi pembaca. Maaf apabila adakesalahan yang saya buat dalam makalah ini dan semoga bisa mendapat perbaikan agar saya tidak mengulanginya kembali. Makalah ini juga bisa ditujukan untuk orang tua agar dapat mengetahui perkembangan motorik anak dengan baik, dan bisa membantu mengembangkan kemampuan motorik (gerak) anak.

BAB II
TINJAUAN TEORITIS

Salah satu faktor yang mempengaruhi terhadap perkembangan individu adalah faktor ketururan yang merupakan pembawaan sejak lahir atau berdasarkan keturunan, seperti : konstitusi dan struktur fisik, kecakapan potensial (bakat dan kecerdasan). Berbeda dengan faktor lingkungan, faktor keturunan pada umumnya cenderung bersifat kodrati yang sulit untuk dimodifikasi.

Seberapa kuat pengaruh keturunan sangat bergantung pada besarnya kualitas gen yang dimiliki oleh orang tuanya (ayah atau ibu).

Berdasarkan percobaannya dengan cara mengawinkan bunga merah dengan bunga putih, Gregor Mendel mengemukakan pandangannya, bahwa :
  1. Tiap-tiap sifat (traits) makhluk hidup itu dikendalikan oleh keturunan; 
  2. Tiap-tiap pasangan faktor keturunan menentukan bentuk alternatif sesamanya, dan satu dari pada pasangan alternatif itu memegang pengaruh besar;
  3. Pada waktu proses pembentukan sel-sel kelamin, pasangan faktor keturunan itu memisah, dan tiap-tiap sel kelaminnya menerima salah satu faktor dari pasangan keturunan itu.
Hasil percobaan Mendel ini menjelaskan kepada kita bahwa faktor keturunan memegang peranan penting bagi perilaku dan pribadi individu. Beberapa asas tentang keturunan di bawah ini akan memberikan gambaran pembanding kepada kita tentang apa-apa yang diturunkan dari orang tua kepada anaknya :

1. Asas Reproduksi
Menurut asas ini bahwa kecakapan (achievement) dari masing-masing ayah atau ibunya tidak dapat diturunkan kepada anak-anaknya. Sifat-sifat atau ciri-ciri perilaku yang diturunkan orang tua kepada anaknya hanyalah bersifat reproduksi, yaitu memunculkan kembali mengenai apa yang sudah ada pada hasil perpaduan benih saja, dan bukan didasarkan pada perilaku orang tua yang diperolehnya melalui hasil belajar atau hasil berinteraksi dengan lingkungannya.

2. Asas Variasi
Bahwa penurunan sifat pembawaan dari orang tua kepada anak-anaknya akan bervariasi, baik mengenai kuantitas maupun kualitasnya. Hal ini disebabkan karena pada waktu terjadinya pembuahan komposisi gen berbeda-beda, baik yang berasal dari ayah maupun ibu. Oleh karena itu, akan didapati beberapa perbedaan sifat dan ciri-ciri perilaku individu dari orang yang bersaudara, walaupun berasal dari ayah dan ibu yang sama, sehingga mungkin saja kakaknya lebih banyak menyerupai sifat dan ciri-ciri perilaku ayahnya sedangkan adiknya lebih banyak menyerupai sifat dan ciri-ciri perilaku ibunya atau sebaliknya.

3. Asas Regresi Filial
Terjadi pensurutan sifat atau ciri perilaku dari kedua orangtua pada anaknya yang disebabkan oleh gaya tarik-menarik dalam perpaduan pembawaan ayah dan ibunya, sehingga akan didapati sebagian kecil dari sifat-sifat ayahnya dan sebagian kecil pula dari sifat-sifat ibunya. Sedangkan perbandingannya mana yang lebih besar antara sifat-sifat ayah dan ibunya ini sangat tergantung kepada daya kekuatan tarik menarik dari pada masing-masing sifat keturunan tersebut.

4. Asas Jenis Menyilang
Menurut asas ini bahwa apa yang diturunkan oleh masing-masing orang tua kepada anak-anaknya mempunyai sasaran menyilang jenis. Seorang anak perempuan akan lebih banyak memilki sifat-sifat dan tingkah laku ayahnya, sedangkan bagi anak laki-laki akan lebih banyak memilki sifat pada ibunya.

5. Asas konformitas
Berdasarkan asas konformitas ini bahwa seorang anak akan lebih banyak memiliki sifat-sifat dan ciri-ciri tingkah laku yang diturunkan oleh kelompok rasnya atau suku bangsanya.Misalnya, orang Eropa akan menyerupai sifat-sifat dan ciri-ciri tingkah laku seperti orang-orang Eropa lainnya dibandingkan dengan orang-orang Asia. Asas-asas di atas hanya sekedar gambaran untuk memahami kemungkinan-kemungkinan tentang apa-apa yang diwariskan dari orang tua terhadap anaknya dan tidak bersifat mutlak.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa tidak semua cirri maupun sifat yang ada pada orang tua akan turun ke anak. Ada juga yang tidak. Hanya beberapa sifat yang akan diwariskan untuk anak sebagai tanda dari orang tua.

BAB III
PEMBAHASAN

1.      Factor keturunan dan lingkungan dapat mempengaruhi perkembangan anak.
Factor keturunan merupakan salah satu factor yang mempengaruhi proses perkembangan bagi anak. Sejak kecil ataupun dari lahir, seorang anak pasti membawa sifat gen yang diturunkan oleh orang tuanya. Itulah sebabnya sering kita temui anak yang akan menjadi sama dengan profesi salah satu dari orang tuanya..
Misalkan, seorang ayah yang berprofesi sebagai seorang pemain sepak bola, maka kemungkinan besar anaknya nanti akan menyukai dan memiliki skill atau keterampilan untuk bisa bermain sepak bola dengan baik. Jadi, gen (keturunan) dari orang tua akan diwariskan kepada anaknya dan itu bersifat pasti.
Banyak para ahli yang berusaha menyelidiki sifat-sifat kejiwaan manusia yang berkenaan dengan keturunan, tetapi sampai penyelidikan itu masih belum mendapatkan hasil yang memuaskan. Hal ini dikarenakan faktor-faktor sebagai berikut:
         Pada manusia tidak dapat dilakukan persilangan (kruising) menurut rencana tertentu seperti persilangan antara dua ras yang sangat berlainan asalnya.
         Masa perkembangan manusia begitu lama, sehingga mengakibat sifat-sifat yang ada terjadi karena keturunan dapat tersembunyi dengan lamanya, sebelum sifat-sifat itu muncul pada individu.
         Adanya jumlah anak manusia yang relatif.

Faktor yang paling mempengaruhi terhadap perkembangan individu, pada prinsipnya dapat disimpulkan bahwa terdapat dua faktor dominan yang perlu di bicarakan yaitu; (1) faktor hereditas yang bersifat alamiah (nature) dan merupakan sesuatu yang diwariskan(endowment) dari orang tua serta (2) faktor lingkungan (environment atau nuture) sebagai kondisi yang memungkinkan berlangsungnya proses-proses perkembangan.
A.      Hereditas
Hereditas dapat diartikan sebagai pewarisan atau memindahkan karakteristik biologis individu dari pihak kedua orang tua ke anak tatau karakteristik biologis individu yang di bawa sejak lahir yang tidak diturunkan oleh kedua pihak orang tua. Faktor hereditas itu meliputi:

1.      Keturunan
Kita dapat mengatakan bahwa sifat-sifat atau ciri-ciri pada seorang anak adalah keturunan, meskipun kita melihat suatu sifat atau ciri-ciri yang sama antar orang tua dan anaknya, kita belum dapat mengambil kesimpulan bahwa sifat-sifat atau ciri-ciri pada anak itu merupakan keturunan. Contoh, bapak malas dan anaknya juga mala, ini belum berarti bahwa kemalasan anak itu adalah keturunan. Sifat-sifat kejiwaan lebih sulit ditentukan, apakah diperoleh dari keturunan atau bukan, hal ini dikarenakan sifat-sifat kejiwaan lebih mudah berubah atau terpengaruh oleh keadaan-keadaan lingkungan selama perkembangannya.
Banyak para ahli yang berusaha menyelidiki sifat-sifat kejiwaan manusia yang berkenaan dengan keturunan, tetapi sampai penyelidikan itu masih belum mendapatkan hasil yang memuaskan. Hal ini dikarenakan faktor-faktor sebagai berikut:
·         Pada manusia tidak dapat dilakukan persilangan (kruising) menurut rencana tertentu seperti persilangan antara dua ras yang sangat berlainan asalnya.
·         Masa perkembangan manusia begitu lama, sehingga mengakibat sifat-sifat yang ada terjadi karena keturunan dapat tersembunyi dengan lamanya, sebelum sifat-sifat itu muncul pada individu.
·         Adanya jumlah anak manusia yang relatif.

2.      Pembawaan
Pembawaan ialah seluruh kemungkinan-kemungkinan atau kesanggupan-kesanggupan (potensi) yang terdapat pada seorang individu dan yang selama masa perkembangannya benar-benar dapat diwujudkan (direalisasikan). Semua yang di bawa oleh si anak sejak dilahirkan dan diterima kerena kelaihirnnya adalah pembawan. Tetapi pembawaan tidaklah diperolaeh karena keturunan sebaliknya, semua yang diperoleh karena keturunan adalah dapat dikatakann pembawaan. Macam pembawaan:
·         Pembawaan jenis
·         Pembawaan ras
·         Pembawaan jenis kelamin
·         Pembawaan perseorangan

B.       Lingkungan
Lingkungan ialah faktor yang datang dari luar diri individu, merupakan pengalaman-pengalaman, alam sekitar, pendidikan dsb. Pengaruh pendidikan dan pengaruh lingkungan sekitar itu sebenarnya terdapat perbedaan, pada umumnya pengaruh lingkungan bersifat pasif, sedangkan pendidikan bersifat aktif. Secara garis besar, lingkungan dapat dibedakan seperti:
1.      Lingkungan fisik, yaitu lingkungan yang berupa alam, misalnya keadaaan tanah, keadaan musim, dsb.
2.      Lingkungan sosial, yaitu merupakan lingkungan masyarakat, dimana dalam lingkungn masyarakat ini adanya interaksi individu satu dengan yang lain. Keadaan masyarakatpun akan memberikan pengaruh terhadap perkembangan individu. Lingkungan sosial dibedakan jadi dua yaitu, lingkungan sosial primer dan lingkungan sosial sekunder.
Faktor lingkungan meliputi:
·         Keluarga, tempat anak diasuh dan dibersarkan. keadaan ekonomi keluarga berpengarh besar terhadap pertumbuhan dan perkembangan fisik atau jasmani anak. Tingkat pendidikan orang tua juga berpengaruh besar terhadap perkembangan rohani anak teutama kepribadian dan kemajuan pendidikan.
·         Sekolah, merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak terutama kecerdasannya. Dan sekolah sangat berperan dalam meningkatkan pola pikir anak.
·         Masyarakat, meliputi  lingkungan tempat tinggal anak. Disini anak bergaul dan bermain dengan teman-temannya. Misalnya, kondisi lingkungan dengan orang-orang yang begitu kasar perilakunya, secara tidak langsung akan mempengaruhi perkembangan jiwa anak.
·         Teman  Sabaya, mempunyai peran yang cukup penting juga, terutama pada anak yang sedang menginjak remaja. Kondisi anak masih cukup labil, jadi anak akan terpengaruh oleh hal-hal yang negatif, maka juga akan mempengaruhi perkembangan anak. Perkembangan kepribadian remaja yang sangat menonjol dalam pengalaman bergaul dengan teman sebaya yaitu kemapuan berpikir, merasakan sesuatu, tingkah laku anak dalam masyarakat, kegemaran dan kebiasaan.
·         Keadaan alam sekitar, hal ini juga berpengaruh penting sekali bagi perkembangan anak serta memilki banyak perbedaan, misalnya orang di daerah panti dengan daerah hutan, daerah kota dengan desa, dll. Maka dari itu lingkungan sangat besar artinya bagi setiap pertumbuhan fisik.

Antara hereditas dengan lingkungan terjadi hubungan atau interaksi. Setiap faktor hereditas bekerja dengan cara yang berbeda-beda menurut kondisi dan keadaan lingkungan yang berbeda-beda. selain dengan interaksi, hubungan antara hereditas dengan lingkungan dapat pula digambarkan sebagai additive contribution. Menurut pandangan ini, hereditas dan lingkunga sama-sama menyumbang bagi pertumbuhan dan perkembangan fisiologi dan bahkan juga tingkah laku individu secara bersam-sama. pertumbuhan dan perkembangan memerlukan kondisi kesehatan jasmani dan rohani anak.
Demikian penjelasan singkat tentang faktor hereditas dengan faktor lingkungan pada perkembangan anak, keduanya mempunyai perbedaan. Pada faktor hereditas lebih mengacu pada warisan atau turunan dari orang tua, sedangkan faktor lingkungan mengacu pada dimana orang tersebut tinggal dan pihak-pihak yang terdapat dalam tempat tinggal, baik keluarga, teman, guru dan sebagainya. Setiap gejala perkembangan anak merupakan produk dari kerja sama dan pengaruh timbal balik antara faktor hereditas dengan faktor-faktor lingkungan.  Jadi, antara faktor hereditas dengan faktor lingkungan itu tidak ada yang menang atau kalah, karena memang pada dasarnya keduanya sama-sama mempunyai pengaruh dalam perkembangan anak.

2.      Pengaruh factor keturunan terhadap aktivitas olahraga
Dalam perkembangan seorang anak, anak akan tetap mewarisi bakat dari ayah. Sama halnya dalam olahraga, setiap anak pasti bisa melakukan gerak agar dapat melakukan aktivitas yang berkelanjutan. Anak mulai bergerak dengan mengikuti contoh dari orang sekitar terutama keluarganya. Karena keluarga merupakan orang-orang yang pertama kali berinteraksi dengan anak. Dari mulai belajar tengkurap, berguling, duduk, merangkak, berdiri, berjalan samapi berlari anak akan mengikuti arahan dari orang terdekatnya.
Untuk menginjak umur anak yang pada umumnya senang bermain, anak biasanya akan lebih memilih permainan-permainan yang menurutnya bagus. Jadi bagi orang tua yang ingin mengetahui apa yang disukai dan merupakan bakat yang dimiliki anak, maka lihat permainan apa yang sering dimainkannya.
Pakar Psikologi Perkembangan Erikson memfokuskan pada perkembangan psikososial sejak kecil hingga dewasa dalam delapan tahap. Setiap orang akan melewati tahapan dan setiap tahapan akan mendapatkan pengalaman positif dan negatif. Kepribadian yang sehat akan diperoleh apabila seseorang dapat melewati krisis dalam tugas perkembangan dengan baik. Bagi anak usia dini, autonomy v.s. doubt (1-3 tahun).Bayi memerlukan pengasuhan yang penuh cinta kasih sehingga ia merasa yang aman baginya. Ketidak konsistenan dan penolakan pada masa bayi akan menimbulkan ketidak percayaan pada pengasuhnya berlanjut pada orang lain dan lingkungan yang lebih luas.
Pada masa usia dini banyak hal yang menarik dia sehingga akan menjadikan dia ingin selalu mencoba terkadang berbahaya. Pada tahap ini orang dewasa harus memberikan dukungannya dan Erikson mengingatkan pembatasan dan kritik yang berlebihan akan menyebabkan tumbuh rasa ragu terhadap kemampuan dirinya. Penelitian tentang kecerdasan lebih jauh lagi diungkapkan Gardner yang dikenal konsep kecerdasan Jamak atau Multiple Intelegence (MI) ia mengidentifikasikan kecerdasan sebagai kemampuan untuk menemukan dan mencari pemecahan masalah serta membentuk suatu produk yang mempunyai nilai dipandang dari budaya seseorang. Ketujuh kecerdasantersebut adalah : Linguistik, logika, matematika, spasial, kinestetik, musik, intrapersonal, interpersonal serta naturalis. Setiap orang mempunyai berbagai potensi tersebut dan masing-masing dapat dikembangkan ke tahap tertentu.
Dalam olahraga, anak biasanya akan lebih mudah diarahkan saat usianya sudah lebih dari 1 tahun. Karena dalam usia ini anak-anak sudah mengetahui lebih banyak dari apa yang diajarkan. Rasa ingin tahu mereka yang semakin meningkat serta keinginan mereka yang ingin mencoba segala sesuatu yang belum pernah mereka lakukan.
Jadi, setiap anak memiliki kemampuan untuk menjadi yang sama seperti orang tuanya karena anak membawa factor gen di dalam dirinya. Hanya tinggal bagaimana cara dia mengembangkan potensi yang ada di dalam dirinya dan apakah dia mau untuk mengembangkan potensinya tersebut.
Orang tua dan keluarga yang lain juga wajib mengawasi bagaimana perkembangan anak dan mendukung keinginan anak untuk bisa mengembangkan keterampilannya. Kemampuan anak untuk bisa meraih keinginannya akan lebih sulit, karena sebagian besar anak sering berubah-ubah keinginannya. Jadi diperlukan juga kesabaran dari orang tua untuk bisa mengikuti keinginan dan kemauan dari anak agar proses perkembangan anak bisa berjalan dengan baik. Karena dalam perkembangan anak tidak hanya factor keturunan (gen) yang mempengaruhi namun juga pengaruh dadri lingkungan juga cukup besar bagi anak.

BAB IV
KESIMPULAN
Orang tua merupakan penentu dalam perkembangan anak selain dari factor lingkungan. Karena orang tua merupakan orang yang paling sering berinteraksi dengan anak, orang tua pula lah yang mengetahui banyak hal tentang anak. Jadi perkembangan anak merupakan tanggung jawab yang besar bagi orang tua. Anak akan berkembang sesuai dengan usianya dan pengaruh eksternal dari dalam dirinya.
Dalam aktivitas olahraga, biasanya anak lebih banyak iangin mengetahui dan mencoba berbagai permainan dan aktivitas olahraga yang dikenalkan oleh orang tua. Jadi orang tua harus lebih dulu mengenalkan kepada anak berbgai macam olahraga dan bagaimana memainkannya. Dari itulah, anak akan bisa memilih olahraga apa yang ia sukai. Dan hal ini bisa menjadi salah satu bukti perkembangan dari anak.orang tua harus selalu emantau perkembangan anak dari segala bidang kecerdasannya.


DAFTAR PUSTAKA

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar